Blog Review: Jadi Kangen Berat Sama Pekerjaan yang IT Banget

Kangen juga sebenarnya mempelajari kembali ilmu yang saya dapat di kampus dulu. Semula saya memang membenci pilihan tersebut tapi lambat laun saya menikmatinya. Terbukti dari nilai-nilai yang saya peroleh, tidak ada yang harus saya ulang di setiap semesternya.

Sempat ada keinginan untuk balik menekuni profesi yang anak IT banget. Namun, lebih baik saya pendam hasrat tersebut, fokus sama yang sudah saya raih sekarang. Lelah rasanya harus memulainya dari awal lagi. Meskipun sudah banyak tutorial yang dapat saya pelajari dari Youtube.

Kemudian keinginan itu tahu-tahu muncul lagi. Saat saya menghadiri sebuah diskusi, undangan seorang teman. Pembahasannya tentang sebuah inovasi teknologi untuk melindugi data dari serangan siber.

Ada sejumlah sosok di dalam diskusi itu yang membuat saya terkesima. Orang pertama adalah Patrick HOUYOUX. Om-om kece berkebangsaan Belgia sang pendiri PT Sydeco (sebuah perusahaan di Yogyakarta yang berfokus pada bidang keamanan internet).

Archangel Dan SST

Menyinggung soal Archangel dan SST, Rizal yang merupakan Kepala Research & Development PT Sydeco, menekankan bahwa sang pemilik ide adalah om Patrick. Bersama Septian Yudha Sahanaya dan Bayu Kurniawan sebagai developer, ditugaskan mengembangkan dua teknologi tersebut. Setiap ada ide untuk kemajuan pembuatan teknologi ini, selalu didiskusikan bareng-bareng, baru setelah mendapat izin, langsung eksekusi.

Archangel adalah kotak pintar (smart box) yang berfungsi untuk meyaring seluruh lalu lintas data yang akan masuk ke jaringan, baik melalui kabel maupun nirkabel. “Ibarat sebuah perumahan, Archangel ini adalah satpam. Segala sesuatu yang akan masuk ke dalam komplek, akan diperiksa secara menyeluruh oleh satpam ini.”

Tiga Orang Anak IT Mempergunakan Dua Komputer

Dan yang menjadi ‘kelinci percobaan’ adalah dua komputer di kantornya. “Kami memasukkan banyak data, kemudian kami obrak-abrik sistem di dalamnya. Settingan salah, sistem eror. Settingan benar kemudian salah lagi, eror lagi. Begitu saja terus prosesnya selama satu tahun.”

Menurutnya, sistem ini cocok digunakan oleh mereka yang memiliki usaha online shop. Seperti diketahui bahwa salah satu akun di Instagram yang sering kena retas adalah milik mereka.

Mengapa? Agen pengirim pada SST akan mengubah data ke dalam gelombang dan warna berbeda-beda bergantung pada isi data tersebut, sementara agen penerima akan mengubah kembali data ke bentuk awal. Ketika terjadi pencegahan data, atau pengiriman data ke tujuan yang salah, data secara otomatis akan hilang.

Source: http://adiitoo.com/kangen-bekerja-yang-anak-it-banget/ | Adiitoo.com, 8 April 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here