Malware kini tak hanya mengancam PC namun juga perangkat mobile. Kaspersky Lab bahkan menyebutkan Indonesia menempati posisi ke-9 pada kuartal pertama 2018 terkait infeksi malware mobile.

Tingkat kesadaran pengguna perangkat mobile di Indonesia akan pentingnya antivirus memang terbilang masih kurang. General Manager Kaspersky Lab Southeast Asia, Yeo Siang Tiong menjelaskan banyak orang Indonesia masih merasa bahwa antivirus merupakan pengamanan yang penting untuk PC saja, bukan untuk perangkat mobile atau smartphone.

Padahal seiring dengan bergantungnya pengguna pada smartphone, semakin banyak data yang tersimpan pada perangkat pintar tersebut. Tak ayal jika penjahat siber juga menargetkan perangkat mobile untuk melancarkan serangan.

Territory Channel Manager Kaspersky Lab Indonesia, Donny Kusmandarin menuturkan malware mobile dengan PC memang berbeda. Dalam praktiknya Donny menyebutkan lima hal yang bisa dilakukan oleh malware mobile ketika menyerang smartphone.

“Apa yang biaa dilakukan malware mobile? Kirim SMS, koleksi informasi, semua SMS, buka URL hingga mencuri SMS masuk,” kata Donny.

Pertama, setelah malware mobile menginfeksi smartphone, malware itu mampu mengirimkan pesan singkat (SMS) dengan sendirinya. Tak hanya itu, malware itu juga membuat penjahat siber mampu mengkoleksi informasi termasuk informasi penting pada smartphone.

Selanjutnya, malware mobile juga mampu mengkoleksi semua SMS dari smartphone. Terdengarnya memang sepele karena kini tak banyak pengguna yang memakai SMS. Namun demikian, tak jarang pengguna yang akan menerima password melalui SMS guna verifikasi aktivitas apapun, sehingga dampak dari malware mobile layak menjadi perhatian.

Malware juga mampu membuka URL ketika berhasil menginfeksi smartphone. Lebih lanjut, si malware bisa mencuri SMS masuk kemudian meneruskan pesan tersebut pada pengguna lain termasuk penjahat siber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here